PATTERNED NANOMAGNETS ( NANOMAGNET TERPOLA)
Pendahuluan.
Perilaku magnet dengan dimensi submikro bergantung pada bentuk dan ukuran magnet.Konfigurasi dipole adalah salah satu konfigurasi yang dimiliki magnet, tetapi konfigurasi kutub yang familiar tersebut bukanlah satu-satunya yang dimiliki oleh magnet masih banyak konfigurasi lain yang dimiliki magnet. Kesemuanya bergantung dari interaksi energi atom,energi magnetostatic & energi
Magnetocrystlline anisotropy. Konfigurasi kutub magnetik dapat digambarkan oleh mikroskop spin-sensitve seperti magnetik force microscopy ( MFM) dan mikroskop X- Ray. Keanekaragaman variasi bentuk dan fenomena yang kaya dan mengagumkan dari pola nanomagnetik dapat menjadi pusat beberapa teknologi magnetik.Artikel ini memfokuskan pada material magnetik seperti nikel,cobalt dan besi- nikel yang punya magnetocrystallyne anisotropi lebih lemah sehingga dapat menghasilkan variasi konfigurasi yang lebih banyak.
Pembahasan
Salah satu variasi yang dihasilkan adalah pola nanomagnet yang dapat diamati pada ukuran submicron.Beberapa konfigurasi nanomagnet terpola :
a. Circular disk single-domain state
b. Vortex state
c. Vortex core
d. Square disk
e. Vortex pair
f. Two vortex cores
Bentuk variasi mempengaruhi keseimbangan. Proses identifikasi ini membutuhkan teknik fabrasi,imaging dan pengukuran.Nano magnet sendiri memiliki banyak variasi bentuk seperti Sphere, tabung, disk dan cincin.Energi magnetostatic berhubungan dengan medan magnet yang dihasilkan dari objek yang magnetisasi dan berbanding lurus dengan Integral medan dalam space. Bentuk variasi berhubungan dengan keseimbangan energi dan moment magnet. Keseimbangan energi berhubungan dengan magnetocrystalline anisotropy dengan variasi konfigurasi yang lebih banyak.Pertukaran energi berhubungan dengan arah moment dan pertukaran energi yang kecil adalah ketika arah moment dikondisikan pada keadaan domain state.Untuk nanomagnet dengan dimensi ± 10nm akan terjadi domonasi pertukaran energi.Untuk nanomagnet dengan ukuran yang lebih besar single domain state diganti dengan konfigurasi yang lainbergantung bentuk magnet, untuk “circular disk”single domain state diganti dengan vortex state.Moment pada circular disk digambarkan dengan loop tertutup.
Jadi pada strruktur vortex magnet tidak memiliki kutub.Density pertukaran energy semakin lemah ketika jari-jari garis-garis medan semakin besar( gambar 1b) selain itu density pertukaran energy bergantung pada jari-jari,hal ini berbeda untuk keadaan single domain state. Struktur vortexnya bias berlawanan dengan jarum jam atau searah jarum jam.Density pertukaran energy semakin besar dipusat disk dan menghasilkan vortex core ( gambar 1c).Square disk mempunyai sifat yang sama dengan circular disk (gambar 1d).Vortex dynamic bisa terjadi karena pengaruh medan magnet disekitar circular disk, jika arah medan magnet searah jarum jam maka pusat medan akan bergerak kekanan kearah medan magnet didekatnya, untuk arah medan magnet berlawanan arah jarum jam, maka pusat medan circular disk akan bergerak kekiri mendekati medan magnet didekatnya dalam hal ini medan magnet diletakkan diantara 2 circular disk(gambar2).Pergerakan vortex berlanjut hingga pusat vortex mendekati tepi disk dan medan magnet HA menghilang. Ketika pengaruh medan hilang dan medan magnet mencapai pusat medan HN. HA& HN akan dipengaruhi oleh ukuran,
Ketebalan, dan materi disk.Nanoring dapat dibuat dengan lithography uap electron.Langkah –langkah
1. Polystryrene sphere ditempelkan ke substrate dengan proses kimia.
2. Film logam diselimutkan ke permukaan termasuk dibawah polystyrene.
Nanoring juga dapat dibuat melalui proses pengaruh medan magnet.
Aplikasi nanomagnet digunakan pada MRAM. Nanomagnet digunakan untuk mengontrol medan magnet dan arus listrik. MRAM adalah sejumlag array yang masing-masing telah diakses sedemikian rupa sehingga dapat membaca struktur multilayer nanomagnetik secara tidak langsung. Multilayer nanomagnet punya 2 layer magnet (1) layer peenyimpanan yang akan “switch” antara 2 keadaan tertentu. (2) layer referensi yang dapat menyimpan suatu keadaan tertentu.
Proses pembacaan struktur multilayer akan menimbulkan efek GMR.Proses switching dipengaruhi oleh bentuk nanomagnet.Pada proses ini juga dikenal MTJs yang punya rasio magnetoresistansi tinggi dan impedansi yang lebih tinggi dari GMR.MTJs menggunakan crystalline magnesium oksoda sebagai pembawa tunnel antara kobalt dan besi.
Penguasaan bidang nano teknologi di bidang magnet berkembang sangat pesat, apalagi sejak ditemukan material GMR (GIANT MAGNETORESISTANCE) yaitu magnet tipis yang diatur lapis demi lapis dan antara lapisan material magnet dan material non magnet dan menggunakan aplikasi Medan magnet dalam bentuk dimensi sub mikro. GMR terus berkembang dan dikenal sebagai nanomagnetik material
dengan ukuran beberapa nanometer aplikasi industri material GMR ini sudah sangat banyak seperti MRAM dan Hard-disk-heads. Pada nanomagnet membutuhkan pengembangan pembuatan dan teknik pengukuran bersama dengan pemahaman teori dan simulasi mikromagnetik.
Penutup
1. Pada nanomagnet membutuhkan pengembangan pembuatan dan teknik pengukuran bersama dengan pemahaman teori dan simulasi mikromagnetik.
2. Contoh aplikasi nanomagnet antara lain pada Magneting recording read heads, Magnetoresistive random access memory (MRAM) yang masih dikembangkan dan GMR ( magnetoresistive raksasa
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: magnet, mikromagnetik, nano, terpola | Leave a Comment »